Tampilkan postingan dengan label Teori Musik. Tampilkan semua postingan

Muscle Memory


Muscle memory adalah kolaborasi otak dan otot yang memungkinkan tubuh mengingat gerakan motorik secara otomatis melalui latihan.

Secara sederhana apa yang kita latih akan tersimpan di dalam otot atau gerakan kita, yang prosesnya disimpan oleh otak saat kita latihan bahkan tanpa kita sadari otak kita juga menyimpannya saat kita tidur. Nah supaya tidur kita tidak berlalu begitu saja 😀 sempatkan waktu untuk latihan.

Jangan kuatir jika ada gerakan yang sulit dan kita merasa tidak bisa, tipsnya adalah coba terus pelan-pelan, tidak perlu cepat atau buru-buru yang penting latihan dengan betul dan konsisten. Dengan adanya muscle memory tadi, mungkin seminggu lagi kita akan berkata "oalah ternyata begini" atau "oh ternyata bisa", itulah rahasianya muscle memory, yang hanya didapat dari latihan, latihan, dan latihan.

Berapa lama idealnya waktu latihan??? waktu idealnya adalah kalian sendiri yang menentukan, jika memang musik adalah pekerjaan utama kita, maka waktu idealnya seperti orang bekerja 7 - 8 jam per hari. Jika kita memiliki target tertentu misalnya lomba atau tampil di sebuah acara, waktu idealnya adalah 1 - 2 jam per hari. Masih mau nawar?? Jika menurut kalian waktu tersebut masih lama, silakan dikurangi sendiri misalnya 30 menit per hari, 15 menit per hari atau 10 menit per hari. Sesuaikan saja dengan target/tujuan kalian dengan kesibukan atau aktifitas yang lain. Lebih baik 10 menit per hari daripada seminggu sekali langsung 2 jam.

Practice Make Progress

UNSUR MUSIK

 

Melanjutkan penjelasan sebelumnya tentang unsur-unsur musik (baca di sini Seni Musik), kali ini kita akan mengupas satu persatu, siapkan minum dan snack dulu supaya lebih enjoy…☺
Unsur-unsur dalam seni musik ada lima, yaitu: Melodi, Harmoni, Irama, Struktur, dan Ekspresi.

MELODI
Pernah gak kita mendengar lagu yang dari awal sampai akhir nadanya do (1) semua ? atau sol (5) semua ? kayaknya tidak ada ya, karena kalau ada lagu itu tidak menarik, tidak indah, tidak laku. Orang berbicara pun ada melodinya, kadang tinggi kadang rendah, kadang keras kadang lembut. Lagu menjadi indah karena ada nada-nada yang berbeda. Jadi secara sederhana melodi adalah perbedaan nada yang digabungkan. Kenapa musik itu indah ? karena memiliki melodi.

Sekarang coba kita nyanyikan atau mainkan melodi ini: | 5 3 3 . | 4 2 2 . | 1 2 3 4 | 5 5 5 . | (yang tau lagunya tulis di kolom komentar ya…) lagu tersebut terdiri dari lima nada yang berbeda dan lagu itu sangat terkenal (mungkin di seluruh dunia lagu ini diajarkan bagi murid-murid piano pemula), makin penasaran kan lagunya seperti apa ?

Untuk bisa memainkan melodi dengan baik, kita perlu belajar tangga nada (urutan nada). Tangga nada ini cukup banyak ada diatonis, mayor, minor, pentatonik, pelog, slendro, blues, kromatik dsb. Kapan-kapan kita bahas ya…

HARMONI
Apa itu harmoni ? coba lihat bola mata teman kalian, apakah ada pelangi di bola matanya he..he..👀, jika kita melihat pelangi itu tersusun dari warna-warna yang berbeda, jika hanya satu warna kita tidak bisa menyebutnya pelangi, pelangi juga menggambarkan keindahan. Jadi  harmoni adalah susunan yang indah atau gabungan nada yang berbeda yang terdengar indah, nyaman di telinga kita, apabila tidak nyaman atau mengganggu di telinga kita itu bukan harmoni.

Contoh kita mainkan nada berikut secara bersamaan: C + E; C + G; A + E; F + A + C; D + F + A dst… bagaimana kedengarannya ? apakah nyaman dan enak didengar ? silakan dicoba…

Teknik harmoni ini bisa kita temukan dalam chord/ kunci, misal kunci C, Am, Dm, G ke C lagi. Chord/ kunci sendiri juga memiliki banyak jenisnya, antara lain Chord Mayor, Minor, Dominan, Augmented, dsb., tenang kapan-kapan kita bahas juga…

IRAMA
Perhatikan gambar berikut:
1. 
2.
Masing-masing gambar memiliki pola, jika dibunyikan dengan alat musik drum, akan terdengar seperti berikut:
Pola 1 : | Dug tak tak tak | Dug tak tak tak |
Pola 2 : | Dug tak Dug tak | Dug tak Dug tak |

Dari pola tersebut ada besar ada kecil, ada berat ada ringan. Dalam musik pola iringan ini disebut dengan irama/ ritmis. Irama dapat membangun musik menjadi menarik.

Kalau dalam permainan gitar atau piano/ keyboard irama ini bisa disebut dengan rhythm atau pola iringin/ pola genjrengan (strumming). Dengan memahami irama, kita dapat mengenal irama/ genre musik yang sangat banyak, contoh: Mars, Waltz, Cha Cha, Ska, Ballad, Dangdut, dsb.

STRUKTUR
Mari kita keluar rumah sebentar, kita amati rumah kita, pada rumah kita: ada atap, pintu, jendela,dsb… dalam musik kita juga akan menjumpai bagian-bagian yang disebut sebagai struktur lagu.
Contoh: 
Lagu Nina Bobok
Bagian 1
Nina bobok oh... Nina bobok
Kalau tidak bobok digigit nyamuk
Bagian 2
Boboklah bobok adikku sayang
Kalau tidak bobok digigit nyamuk

Lagu Nina Bobok ini memiliki dua bagian, biasa kita sebut: Bait dan refrain/ song dan chorus. Bagian atau bentuk dari lagu ini yang disebut dengan struktur. Dalam sebuah lagu bisa terdiri dari satu, dua, tiga bahkan banyak bagian, antara lain: intro, song/ bait, chorus/ refrain, interlude, coda, ending, dsb.

Banyaknya bagian bukan berarti semakin indah atau sedikit bagian bukan berarti kurang indah, itulah seni.

EKSPRESI
Apalagi yang bisa membuat musik menjadi indah ? ya, ekspresi atau ungkapan perasaan. Jadi ketika kita memainkan alat musik atau sedang bernyanyi jangan lupa untuk melibatkan perasaan. Kadang lembut kadang keras, kadang cepat kadang lambat, jadi saat kita bermain musik tidak hanya sekedar menekan nada dengan benar tapi perlu ditambahkan dengan “perasaan” atau dinamika. Ekspresi dapat kita gali dengan cara mempelajari maksud dari lagu tersebut atau sejarah dari lagu tersebut, apakah suasana lagu tersebut riang gembira atau sedih, semangat dsb.

Agak susah kalau lagu dangdut he…he…☺ karena lagu dangdut itu susah senang goyang/ poko'e joget, ini juga luar biasa.

Kesimpulan
Musik memiliki unsur-unsur yang dapat membuat musik menjadi lebih indah, lebih menarik, lebih luas. Setiap unsur masih dapat kita gali dan kembangkan lagi. Tetap semangat dan sampai jumpa di artikel berikutnya…

Referensi: materi kuliah Pendidikan Seni Musik - Universitas Negeri Surabaya

KESENIAN; Seni Musik


Ketika kita baru saja membeli rumah baru, kita mulai mengamat-amati, merasakan dan berpikir: sebaiknya di depan ini ditanami pohon supaya sejuk, ini ada halaman kosong kalau dibuat kolam ikan pasti akan menyenangkan. Kemudian kita masuk ke dalam, saat ada di ruang tamu…ehmm di sini pas kalau dipasang foto keluarga, oh sebaiknya warna catnya diganti dengan warna yang lebih terang…dan seterusnya.

Aktivitas merasakan dan berpikir di atas, kita lakukan supaya rumah yang akan kita tempati menjadi nyaman dan indah, dengan begitu secara tidak sengaja sebenarnya kita sedang ber-kesenian.

PENGERTIAN
Kesenian adalah suatu perwujudan dari rasa dan kemampuan berpikir manusia yang selalu menginginkan segala hal yang lebih indah. Contoh kesenian adalah seni tari, seni rupa, seni drama, seni musik, dll.

Ketika seorang pianis sedang mengiringi seorang penyanyi, dia akan berpikir untuk memilih nada yang tepat untuk penyanyi tersebut, kemudian merasakan, ehmm..sepertinya terlalu rendah, coba ditinggikan satu, nah ini lebih pas, sehingga menjadi enak dan indah. Dalam proses berpikir ini berarti diperlukan pengetahuan/ teori, wawasan dan pengalaman.

SENI MUSIK
Adalah suatu cabang kesenian yang mengungkapkan perasaan dan pikiran seseorang melalui unsur-unsur musik. Apa saja unsur-unsur dalam musik ?

1. Melodi;
2. Harmoni;
3. Irama;
4. Struktur; dan
5. Ekspresi.

Dari unsur-unsur di atas akan kita kupas satu persatu biar enak dan pas untuk dikonsumsi 😊, tapi tidak sekarang ya, tunggu artikel berikutnya. 

Sebagai kesimpulan, dalam bermain musik kita harus memiliki pengetahuan yang memadai agar kita dapat bermain musik dengan baik atau indah.

Referensi: materi kuliah Pendidikan Seni Musik - Universitas Negeri Surabaya

Bunyi atau Nada ?


Halo teman-teman, sebelum kita belajar lebih jauh tentang musik, pastikan kita paham dulu apa itu bunyi dan apa itu nada. 
Bunyi adalah apapun yang bisa diserap oleh telinga, misal: suara tukang sate lewat, tepuk tangan, suara pesawat, dll. Wilayah bunyi yang bisa ditangkap oleh telinga kita terbatas pada frekuensi 16 Hz sampai 20 KHz, contoh: suara piano adalah 30 Hz - 4 Kz. Mengapa terbatas pada frekuensi itu ? Batasan inilah yang justru membuat kita sempurna, bayangkan jika telinga kita bisa mendengarkan bunyi pada frekuensi berapa pun, pasti kita akan susah tidur karena pas mau tidur tiba-tiba kita mendengar jejak kaki semut yang sedang latihan baris-berbaris di dinding kamar kita, atau kita akan sulit untuk belajar karena setiap saat mendengar aliran darah kita yang seperti suara sungai, apalagi kalau sedang jatuh cinta, bunyi detak jantung seperti genderang mau perang. Ternyata batasan yang dibuat oleh Tuhan itu untuk kebaikan kita 😊. 

Lalu apa bedanya dengan nada ? Nada adalah bagian dari bunyi yang memiliki beberapa aturan, yaitu:

1. Tinggi rendah (Pitch),  contoh: jika kita tekan tuts piano paling kiri maka bunyi yang dihasilkan akan lebih rendah dibandingkan dengan tuts piano paling kanan, sekarang coba kita geser kursi kita, bagaimana bunyinya ? apakah ada tinggi rendahnya ?

2. Panjang pendek (Durasi), contoh: kita tekan tuts piano dan kita tahan, maka piano akan berbunyi agak panjang, sekarang kita bayangkan (tidak perlu praktik) bunyi piring jatuh ke lantai, apakah bisa kita atur panjang pendeknya ? “pyaaaaarrrrr… “ atau bisa pendek ? “pyar”

3. Keras lemah (Velocity), velocity dapat kita atur pada permainan piano atau vocal, ada kalanya keras ada kalanya lembut (dinamika) inilah yang membuat musik menjadi lebih indah (tidak seperti robot).

4. Warna suara (Timbre), bunyi instrumen/ alat musik di dunia ini sangat banyak, bagaimana dengan bunyi tepuk tangan ? rata-rata hampir sama ya. Sekarang kita tutup mata kita dengarkan Rhoma Irama berbicara (terlalu...Ani...) dengan mata tertutup pun kita bisa mengenali warna suara/ vocal seseorang.  

Jadi kesimpulannya, semua nada adalah bunyi, tapi semua bunyi belum tentu nada. Dari penjelasan di atas semoga kita dapat lebih kreatif dalam memainkan nada/ alat musik, dengan memasukkan unsur-unsurnya: Tinggi rendah - panjang pendek - keras lemah, dan warna suara.

Tunggu artikel berikutnya ya…, tetap semangat.

Referensi: materi kuliah Pendidikan Seni Musik - Universitas Negeri Surabaya